Liburan kali ini bisa dibilang cukup istimewa. Betapa tidak? Libur empat hari bisa menyebabkan arus transportasi menuju ke daerah menjadi ma...
Liburan kali ini bisa dibilang cukup istimewa. Betapa tidak? Libur empat hari bisa menyebabkan arus transportasi menuju ke daerah menjadi macet seketika. Penumpang bus, kereta dan pesawat penuh semua. Ketika liburan hampir habis, otomatis kembali lagi ke tempat kerja yang juga menyebabkan arus menjadi penuh.
Saya mencoba untuk mundur 1 hari. Selain karena ada keperluan sendiri juga untuk menghindari penuh sesaknya arus balik liburan. Akhirnya, sabtu sore berangkat ke daerah terminal tempat banyak agen menjual tiket bus. sudah sore ternyata banyak yang tutup. Kebetulan (?) agen bus lorena buka. Sayapun beli tiket seperti yang ditawari yaitu eksekutif class. Berharap nanti balik bisa lebih enak tidak terlalu capek.
Sesuai tiket, saya berangkat dari Ponorogo jam 13. Benar saja, jam 13 lewat dikit saya sudah berangkat. Walaupun sempat dikasih tau kalo nanti ganti bus ke yang sesuai dengan tiket di Madiun.
Sampai di terminal Madiun sekitar jam 14. Menunggu. kok belum datang datang ya. Jam 15. Masih belum datang juga. Jam 16. Bus lorena datang, tapi tidak sesuai nomor bus. Tanya agen, Mbulet gak jelas saling melempar.
Jam 17. Belum ada tanda tanda. Informasi terakhir, katanya bus sedang diperbaiki dan jam 6 baru datang.
Ahhh. . .terlantar di terminal purboyo madiun selama berjam jam merupakan hal yang menjengkelkan. Untung saja ada penghibur untuk mengisi kekosongan waktu seperti buku, music player dan HP. Kalau gak ada teman teman itu?
Jam 6. Harapan bus akan datang, tapi ternyata gak nongol juga. Wahai. Lorena, please dunk ah. Tanya lagi ke agen ternyata bus masih di Nganjuk! Udahlah, mau datang jam berapa gak berharap lagi.
Profesionalisme dan Disiplin yang sangat diragukan dari sebuah Lorena. Bagaimana koordinasi antar bus, kesiapan armada, kurang cekatannya awak bus dan seterusnya.
Akhirnya, sekitar jam 19.30 bus pun datang. Tidak tahu akan sampai jam berapa di Jakarta melihat kecepatan bus yang juga biasa biasa saja.
Denger denger ada Lorena Air juga ya? Di darat saja kayak gitu, bagaimana pula dengan di udara? Akankah mengikuti jejak Adam Air, Atau. . .
Saya mencoba untuk mundur 1 hari. Selain karena ada keperluan sendiri juga untuk menghindari penuh sesaknya arus balik liburan. Akhirnya, sabtu sore berangkat ke daerah terminal tempat banyak agen menjual tiket bus. sudah sore ternyata banyak yang tutup. Kebetulan (?) agen bus lorena buka. Sayapun beli tiket seperti yang ditawari yaitu eksekutif class. Berharap nanti balik bisa lebih enak tidak terlalu capek.
Sesuai tiket, saya berangkat dari Ponorogo jam 13. Benar saja, jam 13 lewat dikit saya sudah berangkat. Walaupun sempat dikasih tau kalo nanti ganti bus ke yang sesuai dengan tiket di Madiun.
Sampai di terminal Madiun sekitar jam 14. Menunggu. kok belum datang datang ya. Jam 15. Masih belum datang juga. Jam 16. Bus lorena datang, tapi tidak sesuai nomor bus. Tanya agen, Mbulet gak jelas saling melempar.
Jam 17. Belum ada tanda tanda. Informasi terakhir, katanya bus sedang diperbaiki dan jam 6 baru datang.
Ahhh. . .terlantar di terminal purboyo madiun selama berjam jam merupakan hal yang menjengkelkan. Untung saja ada penghibur untuk mengisi kekosongan waktu seperti buku, music player dan HP. Kalau gak ada teman teman itu?
Jam 6. Harapan bus akan datang, tapi ternyata gak nongol juga. Wahai. Lorena, please dunk ah. Tanya lagi ke agen ternyata bus masih di Nganjuk! Udahlah, mau datang jam berapa gak berharap lagi.
Profesionalisme dan Disiplin yang sangat diragukan dari sebuah Lorena. Bagaimana koordinasi antar bus, kesiapan armada, kurang cekatannya awak bus dan seterusnya.
Akhirnya, sekitar jam 19.30 bus pun datang. Tidak tahu akan sampai jam berapa di Jakarta melihat kecepatan bus yang juga biasa biasa saja.
Denger denger ada Lorena Air juga ya? Di darat saja kayak gitu, bagaimana pula dengan di udara? Akankah mengikuti jejak Adam Air, Atau. . .
COMMENTS