[caption id="attachment_301" align="aligncenter" width="510" caption="Mudik Lebaran (img : behance.net)...
[caption id="attachment_301" align="aligncenter" width="510" caption="Mudik Lebaran (img : behance.net)"]
Mudik. Kegiatan pulang ke kampung halaman ini sudah berpuluh tahun menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia. Kurang tahu persisnya kapan mulai menjadi trandisi. Saya sendiri baru tiga kali secara teratur mengikuti ritual tahunan menjelang lebaran ini. Tentu saja semenjak saya merantau mengadu nasib ke Jakarta. Dan mudik adalah salah satu waktu yang paling ditunggu sepanjang tahun. Bertemu keluarga melepas rindu sambil bersilaturahmi dengan saudara dan tetangga adalah hal yang tak ternilai harganya. Makanya tidak heran bahwa orang nekat berdesakan antri demi membeli tiket kereta api, macet berjam-jam di jalan. Tarif yang jauh lebih mahal dibanding hari biasa tetap dibeli demi bisa pulang ke kampung halaman.
Ketika sudah memasuki masa lebaran. Pada waktu itulah tradisi silaturahmi dimulai. Berjabat tangan sambil bermaaf-maafan. Bagi yang tidak memungkinkan untuk bersilaturahmi secara langsung, maka media yang biasa digunakan saat ini adalah ponsel. Bisa dengan telepon atau SMS. Tetapi ada hal baru yang saya cermati pada lebaran kali ini. Berbeda dengan lebaran-lebaran sebelumnya, saat ini sudah mulai banyak yang menggunakan media baru untuk bersilaturahmi yaitu online lewat internet. Penggunaan internet pada lebaran tahun ini meningkat dengan sangat tajam.
Evolusi
Seperti terjadi semacam evolusi atau perkembangan pada tradisi berkirim ucapan lebaran. Pada mulanya adalah kartu lebaran yang dikirim via pos. Kemudian ketika sudah mulai ada sambungan telepon, mengucapkan selamat lebaran bisa lebih cepat dengan langsung menelepon orang yang dituju. Tetapi pada masa ini masih banyak yang berkirim kartu lebaran lewat pos. Karena tidak semua rumah ada sambungan telepon dan tarif telepon masih mahal. Kemudian hadirlah ponsel yang penetrasinya demikian cepatnya. Ponsel memiliki kemampuan berkirim pesan singkat (SMS). Dan kemudian SMS inilah yang dijadikan media baru dalam berkirim ucapan lebaran. SMS benar-benar killer application. Berbeda dengan telepon rumah yang satu rumah paling hanya satu telepon, ponsel memungkinkan tiap orang untuk memilikinya. Bahkan banyak yang memiliki lebih dari satu. Semenjak makin banyaknya orang yang memiliki ponsel, tradisi berkirim kartu lebaran via pos menurun drastis. Ini karena SMS lebih instan, lebih murah dan bisa dibaca beberapa kali.
Sesudah itu teknologi mobile semakin berkembang. Tidak hanya sekedar voice dan SMS, tetapi memiliki kemampuan komunikasi baru yaitu internet. Awalnya hanya WAP, kemudian berkembang menjadi GPRS dan ditingkatkan menjadi EDGE. Para engineer terus mencari cara mempercepat akses internet, lahirlah 3G (UMTS) dan ditingkatkan lagi menjadi 3.5G (HSDPA). Semua teknologi tersebut saat ini sudah bisa dinikmati di Indonesia. Pada ponsel, kemampuan berinternet sudah ada dari kelas low-end hingga high-end. Kini mengakses internet sudah menjadi hak setiap orang. Tidak hanya bagi pemilik komputer yang memiliki modem internet saja. Bahkan bagi negara berkembang seperti Indonesia, perkembangan orang yang mengakses internet dari ponsel (mobile internet) lebih pesat dibanding dari komputer.
Butuh Pemicu
Meskipun sudah ada fasilitas internet, tetapi banyak yang masih malas memanfaatkannya. Ada yang tidak bisa setting GPRS maupun memang belum membutuhkan. Perlu ada trigger. Dan trigger itu ternyata berasal dari Facebook. Tidak bisa dipungkiri kalau Facebook sebagai layanan social networking memberikan warna baru. Banyak hal tak terduga. Seperti mempertemukan dengan teman-teman lama, teman sekolah, teman seprofesi, teman sehobi hingga mantan pacar :P, yang semuanya sudah lost contact. Banyak yang akhirnya reuni setelah bertemu di Facebook. Ada yang membentuk komunitas baru hingga job-job yang mengalir. Hal yang mencengangkan juga terdapat di Twitter. Contoh paling dekat adalah #indonesiaunite yang awalnya lahir dari respon penolakan terhadap terorisme. Dan kemudian berkembang ke nasionalisme hingga kegiatan kemanusiaan. Pengguna Twitter Indonesia sering membuat trending topic saat ada isu hangat nasional.
Semua aktivitas online tersebut bisa dilakukan dari ponsel. Larislah ponsel yang memiliki kemampuan untuk online. Seperti kata teman saya, Danang, bahwa saat ini kebanyakan yang ditanya oleh pembeli ponsel adalah apakah bisa Facebook? Tidak sedikit orang yang membeli ponsel high-end seperti BlackBerry hanya agar bisa ber-Facebook atau Twitter setiap saat. Cocok dengan lirik lagu dari Saykoji berjudul “Online”. Indosat yang sejak awal fokus di komunikasi data pun akhirnya tetarik meminangnya untuk dijadikan iklan IM3 Online.
Karena semakin memasyarakatnya internet itulah, maka sekarang berkomunikasi secara online sudah menjadi hal biasa. Termasuk memanfaatkannya untuk berkirim ucapan selamat lebaran yang marak seperti saat ini. Dibanding tahun-tahun sebelumnya, saat ini SMS ucapan lebaran yang masuk ke ponsel saya relatif sedikit. Apalagi yang telepon nyaris tidak ada. Tetapi yang mengucapkan lewat social media banyak banget. Terutama di Facebook, kemudian Twitter. Di Facebook, media yang digunakan biasanya adalah Wall, Picture dan Notes.
Lancar
Dan alhamdulillah, selama saya mudik akses internet lewat handphone menggunakan kartu Mentari saya lancar jaya. Bahkan ketika berada di pelosok yang ada sinyalnya di situ. Tetap bisa asik browsing :D. Dari informasi di DetikInet, pada lebaran in Indosat secara khusus meningkatkan komunikasi data, kapasitas jaringan yang disiapkan sebesar 40 terabyte per hari. Pantas saja koneksinya lancar. Dari kapasitas sebesar itu, ternyata yang dipakai tidak sampai setengahnya. Seperti dikutip dari Okezone, bila dibandingkan dengan trafik tahun sebelumnya, trafik komunikasi data mengalami lonjakan kenaikan tertingi dibanding dengan suara dan SMS. Trafik data mengalami kenaikan tertinggi dibandingkan Lebaran tahun 2008 sebesar 119 persen. Sedangkan bila dibandingkan hari biasa di tahun 2009 trafik data di H-2 Lebaran mengalami lonjakan tertinggi sebesar 18.02 Terabyte/day atau naik sebesar 9,63 persen.
Tingginya penggunaan data ini menandakan bahwa internet akan menjadi pilar utama telekomunikasi, bersanding dengan voice dan SMS.
Mobile internet akan menjadi trend komunikasi baru. Seiring dengan semakin canggihnya ponsel, semakin cepatnya trafik data, semakin banyaknya pebisnis yang mobile dan tidak ketinggalan semakin maraknya layanan social networking.
COMMENTS