Pada ajang GSMA Mobile World Congress di Barcelona, Ericsson (NASDAQ:ERIC) menciptakan rekor dunia, menampilkan LTE/4G dengan kecepatan 1...
Pada ajang GSMA Mobile World Congress di Barcelona, Ericsson (NASDAQ:ERIC) menciptakan rekor dunia, menampilkan LTE/4G dengan kecepatan 1 gigabit per detik untuk downlink.
Johan Wibergh, head of Networks and Executive Vice President, mengatakan: "Misi kami adalah menghubungkan 50 miliar perangkat pada 2020. Seluruh perangkat dan setiap keadaan yang menguntungkan saat terhubung seharusnya menjadi satu. Pasien-pasien dapat berkomunikasi dengan rumah sakit dari jarak jauh, mahasiswa dari daerah-daerah terpencil akan berhubungan dengan universitas-universitas di seluruh dunia; para pekerja keselamatan akan mengirim video langsung dari wilayah yang terkena bencana demi respon yang lebih efisien."
Johan Wibergh menambahkan: "Penggunaan pita lebar bergerak tumbuh sangat cepat, didukung oleh konsumer yang menggunakan smartphone dan laptop yang terkoneksi. Kami didukung dengan kombinasi kepemimpinan teknologi dan kemampuan layanan untuk mendukung pelanggan kami dalam membangun jaringan yang mengelola peningkatan penggunaan sekaligus memberikan pengalaman terbaik bagi konsumer.
Saat ini, Ericsson telah menandatangani kontrak komersial LTE dengan lima operator terkemuka di dunia yakni: AT&T di Amerika Serikat , Verizon di Amerika Serikat , TeliaSonera di Norwegia dan Swedia, MetroPCS di Amerika Serikat dan DoCoMo di Jepang.
Demonstrasi untuk pertamakalinya di dunia ini memanfaatkan teknologi Multi Carrier dan Multiple-Input-Multiple-Output, MIMO, dan berjalan pada LTE komersial dari Ericsson. Dengan menggabungkan teknologi tersebut, kecepatan hingga 1 gigabit per detik dapat dicapai. Demonstrasi menggunakan empat jaringan dengan lebar pita masing-masing 20MHz, sehingga total lebar pita yang digunakan 80MHz dan 4x4 MIMO, data dikirim melalui interface over the air pada empat bit-streamz yang independen.
LTE, teknologi komunikasi bergerak masa depan, memungkinkan transfer data berukuran besar secara cepat dengan cara yang efisien dan hemat biaya melalui optimalisasi penggunaan spektrum frekuensi. Dengan peningkatan kecepatan dan pemangkasan latensi, konsumer dapat menikmati berbagai aplikasi seperti web secara realtime, game online, kolaborasi media sosial, dan konferensi video dengan lebih mudah kapanpun dan di manapun berada. LTE akan memenuhi kebutuhan aplikasi-aplikasi internet bergerak yang baru dan lebih canggih di masa yang akan datang.
Ericsson terus mendorong standar terbuka dan memberikan pengaruh terbesar bagi diluncurkannya spesifikasi LTE. Ericsson berharap akan memegang 25 persen paten penting untuk LTE, yang menjadikannya sebagai pemegang paten terbesar di industri. (Sumber: Press release Ericsson)
Johan Wibergh, head of Networks and Executive Vice President, mengatakan: "Misi kami adalah menghubungkan 50 miliar perangkat pada 2020. Seluruh perangkat dan setiap keadaan yang menguntungkan saat terhubung seharusnya menjadi satu. Pasien-pasien dapat berkomunikasi dengan rumah sakit dari jarak jauh, mahasiswa dari daerah-daerah terpencil akan berhubungan dengan universitas-universitas di seluruh dunia; para pekerja keselamatan akan mengirim video langsung dari wilayah yang terkena bencana demi respon yang lebih efisien."
Johan Wibergh menambahkan: "Penggunaan pita lebar bergerak tumbuh sangat cepat, didukung oleh konsumer yang menggunakan smartphone dan laptop yang terkoneksi. Kami didukung dengan kombinasi kepemimpinan teknologi dan kemampuan layanan untuk mendukung pelanggan kami dalam membangun jaringan yang mengelola peningkatan penggunaan sekaligus memberikan pengalaman terbaik bagi konsumer.
Saat ini, Ericsson telah menandatangani kontrak komersial LTE dengan lima operator terkemuka di dunia yakni: AT&T di Amerika Serikat , Verizon di Amerika Serikat , TeliaSonera di Norwegia dan Swedia, MetroPCS di Amerika Serikat dan DoCoMo di Jepang.
Demonstrasi untuk pertamakalinya di dunia ini memanfaatkan teknologi Multi Carrier dan Multiple-Input-Multiple-Output, MIMO, dan berjalan pada LTE komersial dari Ericsson. Dengan menggabungkan teknologi tersebut, kecepatan hingga 1 gigabit per detik dapat dicapai. Demonstrasi menggunakan empat jaringan dengan lebar pita masing-masing 20MHz, sehingga total lebar pita yang digunakan 80MHz dan 4x4 MIMO, data dikirim melalui interface over the air pada empat bit-streamz yang independen.
LTE, teknologi komunikasi bergerak masa depan, memungkinkan transfer data berukuran besar secara cepat dengan cara yang efisien dan hemat biaya melalui optimalisasi penggunaan spektrum frekuensi. Dengan peningkatan kecepatan dan pemangkasan latensi, konsumer dapat menikmati berbagai aplikasi seperti web secara realtime, game online, kolaborasi media sosial, dan konferensi video dengan lebih mudah kapanpun dan di manapun berada. LTE akan memenuhi kebutuhan aplikasi-aplikasi internet bergerak yang baru dan lebih canggih di masa yang akan datang.
Ericsson terus mendorong standar terbuka dan memberikan pengaruh terbesar bagi diluncurkannya spesifikasi LTE. Ericsson berharap akan memegang 25 persen paten penting untuk LTE, yang menjadikannya sebagai pemegang paten terbesar di industri. (Sumber: Press release Ericsson)
COMMENTS