Berbekal sistem operasi Windows Mobile 6.5 dan teknologi antarmuka TouchWiz, Samsung Omnia II melenggang ke pasar meneruskan kesuksesan ...
Berbekal sistem operasi Windows Mobile 6.5 dan teknologi antarmuka TouchWiz, Samsung Omnia II melenggang ke pasar meneruskan kesuksesan pendahulunya i9000 Omnia.
Di pasar internasional, Omnia II ini sebenarnya sudah lama diluncurkan yaitu sekitar pertengahan 2009. Tapi entah kenapa, di Indonesia ponsel cerdas ini baru Februari 2010 ini diluncurkan. Kemunduran ini pada akhirnya memberikan sedikit perbedaan dibanding dengan di luar negeri yang jauh lebih dulu diluncurkan. Perbedaan terletak pada penggunaan sistem operasinya. Jika saat diluncurkan pada pertengahan 2009 Omnia II masih menggunakan sistem operasi Windows Mobile 6.1 Professional, maka pada peluncuran di Indonesia ini sudah menggunakan versi terbaru Windows Mobile 6.5 Professional.
Di pasar internasional, Omnia II ini sebenarnya sudah lama diluncurkan yaitu sekitar pertengahan 2009. Tapi entah kenapa, di Indonesia ponsel cerdas ini baru Februari 2010 ini diluncurkan. Kemunduran ini pada akhirnya memberikan sedikit perbedaan dibanding dengan di luar negeri yang jauh lebih dulu diluncurkan. Perbedaan terletak pada penggunaan sistem operasinya. Jika saat diluncurkan pada pertengahan 2009 Omnia II masih menggunakan sistem operasi Windows Mobile 6.1 Professional, maka pada peluncuran di Indonesia ini sudah menggunakan versi terbaru Windows Mobile 6.5 Professional.
Sistem operasi
Penggunaan sistem operasi Windows Mobile 6.5 tidak lantas membuat Omnia II menjadi istimewa. Beberapa vendor lain juga sudah memiliki produk dengan basis yang sama. Meskipun canggih, tetapi menggunakan Windows Mobile 6.5 bukanlah pilihan terbaik. Mengingat pamor sistem operasi di ranah smartphone ini semakin meredup. Bahkan untuk sekarang bisa dibilang sudah mati. Karena berdasarkan informasi terbaru, Microsoft sudah tidak memakai lagi Windows Mobile dan melahirkan brand yang baru Windows Phone sebagai upaya untuk bangkit kembali.
Pada Windows Mobile 6.5, tidak banyak fitur baru yang ditawarkan dan terlihat menjanjikan. Untungnya, Samsung Omnia tidak tergantung sepenuhnya pada Windows Mobile. Bahkan ketika memegang ponsel ini, bisa jadi orang tidak menyadari bahwa mereka menggunakan Windows Mobile. Nuansa antarmuka Touch Wiz lebih terasa di sini.
Teknologi Antarmuka TouchWiz
Samsung memiliki teknologi antarmuka TouchWiz yang dipergunakan untuk semua ponsel layar sentuhnya, tanpa memandang apa sistem operasi yang digunakan. Jadi, jika Anda sudah familiar dengan ponsel layar sentuh Samsung sebelumnya baik itu menggunakan sistem operasi proprietary, Symbian maupun Windows Mobile, maka ketika memegang Omnia II tidak akan terlalu terkejut karena tidak ada perbedaan berarti. Antarmuka TouchWiz versi 2.0 yang inovatif ini menyelimuti seluruh tampilan pada Omnia II. Satu-satunya penanda yang paling mudah ditemui bahwa ini adalah ponsel Windows Mobile adalah logo jendela yang berada di kiri atas. Selain itu, ciri khas dari TouchWiz yang ditemui.
Terdapat tiga home screen dengan nuansa berbeda yang bisa diganti hanya dengan menggeser melalui sapuan tangan ke kiri atau kanan. Antarmukanya mendukung widget yang bisa ditampilkan pada layar, memberikan informasi terbaru tanpa perlu mengakses aplikasi tertentu. Ketika tombol utama di bagian tengah ditekan, terdapat lagi empat home screen yang dibagi berdasarkan fungsinya, yaitu My Menu, Multimedia, Internet dan Office. Kemudian terdapat ikon Cube di bagian tengah bawah. Ketika ditekan menampilkan efek 3D cube yang atraktif untuk mengakses fitur-fitur multimedia. Dukungan Advanced R Touch (Resistive Touch) juga memungkinkan respon sentuh lebih cepat dan akurat, memberikan pengalaman sentuhan yang user friendly.
Sementara software antarmukanya TouchWiz, hardware layarnya menggunakan teknologi AMOLED berukuran 3,7-inci dengan resolusi WVGA. Ini membuat Omnia II menawarkan kejernihan layar bak kristal yang menakjubkan, tetap jelas bahkan ketika di bawah cahaya matahari.
Fitur
Layar dan User Interface yang ditingkatkan lagi dibanding sebelumnya ini membuat Samsung Omnia II lebih menyenangkan dalam menikmati multimedia Omnia II yang kaya akan fungsi, termasuk DVD-like (480p) video recording / playback, browsing internet yang halus serta permainan 3D interaktif. Pengguna juga dapat mengakses dan mengunduh konten dengan cepat saat mobile berkat Omnia II HSUPA 5.76Mbps, HSDPA 7.2Mbps dan kemampuan Wi-Fi. Kapasitas memori besar hingga 48GB memungkinkan pengguna dapat menyimpan lebih banyak konten ke dalam ponsel.
Untuk pekerja yang mobile, aplikasi Office yang lengkap terasa sangat membantu. Tanpa perlu instalasi lagi, sudah terdapat aplikasi Word, Excell, PowerPoint, OneNote, Adobe Reader, Smart Reader, Calculator, Recorder, Unit Converter, Tasks dan Notes. Fitur Office inilah kekuatan utama dari Windows Mobile. Fitur push mail-nya juga cukup membantu untuk kirim terima email. Secara umum, ponsel ini memenuhi kebutuhan pengguna baik untuk bekerja maupun bermain.
Technical Spec :
Network : UMTS 900 / 1900 / 2100MHz / EDGE/GPRS 850 / 900 / 1800 / 1900MHz
Dimension : 118 x 60 x 11.9 mm
Display : 65K WVGA AMOLED Display (3.7", 480 x 800)
OS : Windows Mobile 6.5 Professional
Camera : 5 Megapixel CMOS / Auto-Focus / Dual Power LED
OS : 5 Megapixel CMOS / Auto-Focus / Dual Power LED
Data : HSDPA 7.2 Mbps / HSUPA 5.76Mbps/ Bluetooth v 2.0 / USB 2.0 / Wi-Fi
Memory :internal 8GB; external memory microSDHC up to 32GB
Battery : Li-Ion 1500 mAh
Talk time: Up to 10 hours (3G)
Standby time: Up to 430 hours (3G)
Features : Java MIDP 2.0, A-GPS with Navigation (3D Map) / LBS, Media player, TouchWiz UI with Mobile Widget / 3D Media Gate, FM Radio with RDS, Pocket Office, Media Gate 3D
Price : Rp 4,999,000 / Rp 5,250,000 (limited edition with headset Sennheisser 228 )Plus :
- Teknologi antarmuka TouchWiz 3D
- Terlalu banyak menu akses yang bagi sebagian orang menjadi membingungkan

COMMENTS