Masuk ke kompetisi jejaring sosial, Google mengeluarkan jurus andalannya lewat Google+ yang disebut-sebut sebagai Facebook killer. [caption ...
Masuk ke kompetisi jejaring sosial, Google mengeluarkan jurus andalannya lewat Google+ yang disebut-sebut sebagai Facebook killer.
[caption id="attachment_571" align="aligncenter" width="605" caption="Perang raksasa internet"]
[/caption]
Pertarungan Google dan Facebook semakin terbuka. Beberapa kali Facebook membuat masalah dengan Google dan kini waktunya melakukan serangan balasan. Akhir Juni lalu Google resmi meluncurkan layanan jejaring sosial terbarunya dengan nama Google Plus atau Google+. Jelas sekali layanan ini akan bersaing dengan Facebook karena beberapa fitur dan tampilannya yang ada kemiripan. Bahkan disebut-sebut, Google+ akan menjadi Facebook killer dengan fitur unggulan yang dimiliki.
Google memiliki kelebihan dengan banyaknya produk yang dimiliki seperti email, dokumen, dan sebagainya yang hampir semuanya telah terintegrasi ke Google+. Jadi Anda tetap terhubung ke Google+ meski tidak mengakses webnya di plus.google.com, tetapi sedang membuka email. Dalam hal manajemen pertemanan, Google menerapkan konsep Circle atau lingkaran yang lebih sesuai dengan cara berteman di kehidupan nyata. Konsep ini dianggap lebih bagus dibanding Group yang ada di Facebook. Jika Facebook pernah bermasalah dengan privasi, maka dari awal Google+ sudah sangat perhatian terhadap privasi pengguna.
Menyadari bahwa pengguna mobile sangat besar, selain membuat website versi mobile, Google juga telah menyiapkan aplikasi smartphone untuk tform iOS dan Android. Aplikasi mobile memberikan kemudahan untuk mengakses jejaring sosial Google+. Terdapat fitur Huddle yang menyediakan layanan pesan instant berkelompok yang cepat. Kemudian Instant Upload untuk menggungah video dan foto yang otomatis memasukkannya ke album privat di cloud dan berbagai fitur lainnya.
Pertumbuhan pengguna Google Plus sangat pesat. Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan saja sudah mencapai 25 juta. Tak pelak, ini membuat Facebook ketar-ketir. Salah satu strategi terbaru yang dibuat Facebook adalah meluncurkan layanan instant messenger Facebook Messenger untuk memberikan nilai lebih kepada pengguna. Dan pengguna Facebook tetap setia memakainya. Walaupun ini bukan jaminan. Yang jelas, keduanya sama-sama memiliki amunisi yang kuat.
Berikut ini peta kekuatan Facebook dan Google Plus berdasarkan data-data yang ada. Terimakasih kepada Single Grain yang telah membuat infografis keren ini.
[caption id="attachment_570" align="aligncenter" width="556" caption="Infografis Facebook vs Google Plus. Credit: SingleGrain"]
[/caption]
[caption id="attachment_571" align="aligncenter" width="605" caption="Perang raksasa internet"]
Pertarungan Google dan Facebook semakin terbuka. Beberapa kali Facebook membuat masalah dengan Google dan kini waktunya melakukan serangan balasan. Akhir Juni lalu Google resmi meluncurkan layanan jejaring sosial terbarunya dengan nama Google Plus atau Google+. Jelas sekali layanan ini akan bersaing dengan Facebook karena beberapa fitur dan tampilannya yang ada kemiripan. Bahkan disebut-sebut, Google+ akan menjadi Facebook killer dengan fitur unggulan yang dimiliki.
Google memiliki kelebihan dengan banyaknya produk yang dimiliki seperti email, dokumen, dan sebagainya yang hampir semuanya telah terintegrasi ke Google+. Jadi Anda tetap terhubung ke Google+ meski tidak mengakses webnya di plus.google.com, tetapi sedang membuka email. Dalam hal manajemen pertemanan, Google menerapkan konsep Circle atau lingkaran yang lebih sesuai dengan cara berteman di kehidupan nyata. Konsep ini dianggap lebih bagus dibanding Group yang ada di Facebook. Jika Facebook pernah bermasalah dengan privasi, maka dari awal Google+ sudah sangat perhatian terhadap privasi pengguna.
Menyadari bahwa pengguna mobile sangat besar, selain membuat website versi mobile, Google juga telah menyiapkan aplikasi smartphone untuk tform iOS dan Android. Aplikasi mobile memberikan kemudahan untuk mengakses jejaring sosial Google+. Terdapat fitur Huddle yang menyediakan layanan pesan instant berkelompok yang cepat. Kemudian Instant Upload untuk menggungah video dan foto yang otomatis memasukkannya ke album privat di cloud dan berbagai fitur lainnya.
Pertumbuhan pengguna Google Plus sangat pesat. Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan saja sudah mencapai 25 juta. Tak pelak, ini membuat Facebook ketar-ketir. Salah satu strategi terbaru yang dibuat Facebook adalah meluncurkan layanan instant messenger Facebook Messenger untuk memberikan nilai lebih kepada pengguna. Dan pengguna Facebook tetap setia memakainya. Walaupun ini bukan jaminan. Yang jelas, keduanya sama-sama memiliki amunisi yang kuat.
Berikut ini peta kekuatan Facebook dan Google Plus berdasarkan data-data yang ada. Terimakasih kepada Single Grain yang telah membuat infografis keren ini.
[caption id="attachment_570" align="aligncenter" width="556" caption="Infografis Facebook vs Google Plus. Credit: SingleGrain"]
COMMENTS