Dengan RCS-e, pengguna ponsel bisa melakukan instant messaging, live video sharing dan berbagi konten semudah menelepon atau mengirim SMS. ...
Dengan RCS-e, pengguna ponsel bisa melakukan instant messaging, live video sharing dan berbagi konten semudah menelepon atau mengirim SMS.
Evolusi komunikasi terus terjadi. Jaman dulu, mengirim pesan bisa berhari-hari. Biaya yang dikeluarkan saat menelepon sangat mahal. Teknologi terus berkembang, jaringan selular meluas hingga pelosok, penetrasi perangkat komunikasi semakin masif. Saat ini kita telah mengenal teknologi SMS, MMS, e-mail, instant messaging dan sebagainya yang memudahkan untuk berkomunikasi. Mengirim pesan ke rekan di luar negeri hanya dalam hitungan detik dengan biaya murah. Seolah tidak pernah puas dengan capaian yang telah diraih, para pelaku di industri telekomunikasi terus berupaya untuk mempercanggih sistem komunikasi.
Pada Februari 2008, beberapa provider komunikasi dan vendor membentuk konsorsium mengembangkan teknologi yang mereka sebut Rich Communication Suite (RCS). Inisiatif tersebut kemudian diambil alih GSMA menjadi bagian dari program kerja dan mendapat lebih banyak pendukung. Tujuannya adalah membuat fitur-fitur atau layanan komunikasi yang lebih kaya dan dapat saling beroperasi antar provider (interoperability) dengan berbasis pada standard yang ada.
Awalnya, fitur utama RCS ada tiga. Pertama, buku telepon yang ditingkatkan dengan kapabilitas layanan dan keberadaan informasi kontak yang disempurnakan. Kedua, sistem pesan yang ditingkatkan memungkinkan berbagai macam pilihan messaging termasuk percakapan dan riwayat pesan. Ketiga, peningkatan panggilan telepon yang memungkinkan berbagi konten multimedia selama menelepon. RCS terus dikembangkan.
Versi terbarunya yang diberi nama RCS-e memungkinkan penggunaan instant messaging (IM), berbagi live video dan transfer data secara simultan melalui berbagai perangkat dan operator jaringan. Cara berkomunikasinya dibuat sealami mungkin, mirip dengan panggilan telepon atau pengiriman SMS saat ini dengan keamanan yang bagus. RCS-e didasarkan pada penggunaan di jaringan teknologi IP Multimedia Subsystem (IMS), yaitu kerangka kerja arsitektur untuk menyampaikan layanan multimedia berbasis Internet Protocol (IP).
Saat diadopsi, teknologi ini memungkinkan pelanggan untuk menggunakan layanan komunikasi lebih canggih di seluruh jaringan mobile dengan cara lebih sederhana dan intuitif. Hal ini didasarkan pada spesifikasi yang diajukan oleh beberapa operator terkemuka bertujuan untuk menurunkan rintangan dan mempercepat pengenalan pasar pada adopsi layanan ini. Rob Conway, CEO GSMA, mengatakan bahwa operator selular telah berkomitmen untuk memberikan pilihan lebih bagus kepada konsumen pada cara untuk berkomunikasi dengan yang lain. “Kami menyambut baik pendekatan pragmatis yang diambil oleh operator untuk mempercepat komersialisasi RCS dan menyederhanakan pengalaman mobile bagi pelanggan. Kami akan bekerja untuk mengadopsi spesifikasi ini dalam inisiatif RCS," ujarnya pada rilis pers.
Operator di Eropa seperti Deutsche Telekom, Orange, Telecom Italia, Telefonica dan Vodafone berencana untuk meluncurkan RCS secara komersil di akhir 2011 dan beberapa operator lainnya pada 2012. Para operator akan bekerjasama dengan pemasok handset untuk memastikan layanan terintegrasi ke dalam kontak ponsel, sehingga konsumen tidak perlu mengunduh perangkat lunak tambahan atau teknis konfigurasi sebagai upaya untuk mendapatkan keuntungan dari RCS-e. Pada dasarnya, layanan yang ditawarkan RCS bukan hal baru. Fitur chat, video chat dan saling bertukar konten sudah ada di layanan populer seperti Yahoo! Messenger. Layanan tersebut kemudian diadopsi, dibuat lebih simpel dan mudah untuk ponsel. Karena kelebihan RCS adalah interoperability sehingga bisa berjalan di berbagai perangkat dan berbagai jaringan akses, baik 2G, 3G maupun 4G.
Evolusi komunikasi terus terjadi. Jaman dulu, mengirim pesan bisa berhari-hari. Biaya yang dikeluarkan saat menelepon sangat mahal. Teknologi terus berkembang, jaringan selular meluas hingga pelosok, penetrasi perangkat komunikasi semakin masif. Saat ini kita telah mengenal teknologi SMS, MMS, e-mail, instant messaging dan sebagainya yang memudahkan untuk berkomunikasi. Mengirim pesan ke rekan di luar negeri hanya dalam hitungan detik dengan biaya murah. Seolah tidak pernah puas dengan capaian yang telah diraih, para pelaku di industri telekomunikasi terus berupaya untuk mempercanggih sistem komunikasi.
Pada Februari 2008, beberapa provider komunikasi dan vendor membentuk konsorsium mengembangkan teknologi yang mereka sebut Rich Communication Suite (RCS). Inisiatif tersebut kemudian diambil alih GSMA menjadi bagian dari program kerja dan mendapat lebih banyak pendukung. Tujuannya adalah membuat fitur-fitur atau layanan komunikasi yang lebih kaya dan dapat saling beroperasi antar provider (interoperability) dengan berbasis pada standard yang ada.
Awalnya, fitur utama RCS ada tiga. Pertama, buku telepon yang ditingkatkan dengan kapabilitas layanan dan keberadaan informasi kontak yang disempurnakan. Kedua, sistem pesan yang ditingkatkan memungkinkan berbagai macam pilihan messaging termasuk percakapan dan riwayat pesan. Ketiga, peningkatan panggilan telepon yang memungkinkan berbagi konten multimedia selama menelepon. RCS terus dikembangkan.
Versi terbarunya yang diberi nama RCS-e memungkinkan penggunaan instant messaging (IM), berbagi live video dan transfer data secara simultan melalui berbagai perangkat dan operator jaringan. Cara berkomunikasinya dibuat sealami mungkin, mirip dengan panggilan telepon atau pengiriman SMS saat ini dengan keamanan yang bagus. RCS-e didasarkan pada penggunaan di jaringan teknologi IP Multimedia Subsystem (IMS), yaitu kerangka kerja arsitektur untuk menyampaikan layanan multimedia berbasis Internet Protocol (IP).
Saat diadopsi, teknologi ini memungkinkan pelanggan untuk menggunakan layanan komunikasi lebih canggih di seluruh jaringan mobile dengan cara lebih sederhana dan intuitif. Hal ini didasarkan pada spesifikasi yang diajukan oleh beberapa operator terkemuka bertujuan untuk menurunkan rintangan dan mempercepat pengenalan pasar pada adopsi layanan ini. Rob Conway, CEO GSMA, mengatakan bahwa operator selular telah berkomitmen untuk memberikan pilihan lebih bagus kepada konsumen pada cara untuk berkomunikasi dengan yang lain. “Kami menyambut baik pendekatan pragmatis yang diambil oleh operator untuk mempercepat komersialisasi RCS dan menyederhanakan pengalaman mobile bagi pelanggan. Kami akan bekerja untuk mengadopsi spesifikasi ini dalam inisiatif RCS," ujarnya pada rilis pers.
Operator di Eropa seperti Deutsche Telekom, Orange, Telecom Italia, Telefonica dan Vodafone berencana untuk meluncurkan RCS secara komersil di akhir 2011 dan beberapa operator lainnya pada 2012. Para operator akan bekerjasama dengan pemasok handset untuk memastikan layanan terintegrasi ke dalam kontak ponsel, sehingga konsumen tidak perlu mengunduh perangkat lunak tambahan atau teknis konfigurasi sebagai upaya untuk mendapatkan keuntungan dari RCS-e. Pada dasarnya, layanan yang ditawarkan RCS bukan hal baru. Fitur chat, video chat dan saling bertukar konten sudah ada di layanan populer seperti Yahoo! Messenger. Layanan tersebut kemudian diadopsi, dibuat lebih simpel dan mudah untuk ponsel. Karena kelebihan RCS adalah interoperability sehingga bisa berjalan di berbagai perangkat dan berbagai jaringan akses, baik 2G, 3G maupun 4G.

COMMENTS