Akuisisi pelanggan baru kini sudah bukan lagi menjadi prioritas utama bagi para operator selular. Kondisi pasar sudah mengalami masa jenuh...
Akuisisi pelanggan baru kini sudah bukan lagi
menjadi prioritas utama bagi para operator selular. Kondisi pasar sudah mengalami masa jenuh dengan
jumlah pelanggan selular yang melebihi populasi. Kalaupun ada pertumbuhan pelanggan, tidak bisa lagi secepat dulu. Dengan minimnya peluang
untuk mencari pelanggan baru dari kalangan manusia, operator telekomunikasi coba
beralih mencari pelanggan baru dari segmen mesin. Inilah yang kemudian dikenal
dengan solusi M2M (Machine To Machine). Jenis layanan ini beragam mulai dari
vending machine, GPS tracking, CCTV monitoring, video surveillance, dan
sebagainya.
Data-data yang ada menunjukkan kalau M2M memang sangat potensial, di saat
pelanggan manusia sudah tersaturasi. Meski demikian, M2M masih belum dianggap sebagai bisnis inti. Mengutip dari situs Indotelko, Director and Chief Wholesale & Infrastruktur Officer Indosat Fadzri
Sentosa mengatakan M2M masih dianggap sekadar aksesori untuk menopang
pasar korporasi bagi operator telekomunikasi. Menurutnya, layanan ini
memang terus dikembangkan, tetapi kondisinya baru sebatas aksesori dan
besar di media ketimbang realita di lapangan. Saya setuju dengan
pernyataannya bahwa pasar masih membutuhkan edukasi dan operator pun
harus bersabar memasarkan layanan ini. Sekaligus tentu saja,
mempersiapkan produk yang
sesuai kebutuhan pasar.
/* Artikel ini pernah dimuat di situs DailySocial
Saat ini tiga operator besar sudah menyediakan layanan M2M. XL cukup
agresif dengan menawarkan beraneka ragam produk berbasis M2M, antara lain: AMR
(Automated Meter Reader) contohnya smart metering untuk PLN, Point of Sales
(POS) contohnya EDC, Wireless ATM, Enterprise Mobile Solutions (EMS), aplikasi
mobile untuk korporasi, X-Locate untuk monitoring kendaraan dan pengiriman
barang, Mob Xurveillance untuk pengawasan lokasi atau area tertentu melalui
kamera, dan Personal Tracker yaitu alat
pelacak untuk mengetahui keberadaan seseorang. Untuk kemudahan informasi,
operator biru tersebut menyediakan laman khusus di m2m.xl.co.id.
Begitupun
Telkomsel terus mengembangkan layanan M2M untuk pelanggan corporate-nya,
seperti solusi mobile EDC dan ATM, Mobile Tracking, Fleet Management, dan
Telemetary. Sedangkan Indosat layanan M2Mnya didominasi kalangan perbankan (ATM
network), selain itu juga PLN (Smart Metering) serta beberapa perusahaan taksi
dan otomotif (Fleet Monitoring).
Meski relatif baru, pelanggan yang bukan manusia tersebut jumlahnya
sudah mulai banyak di Indonesia. Direktur Teknologi, Content & New Business
XL Dian Siswarini mengatakan bahwa dari target sekitar 100 ribu pelanggan baru pada tahun 2012, hingga
akhir tahun 2012 memiliki 104 ribu pelanggan yang artinya sedikit melebihi target yang
telah ditetapkan. Bahkan
Telkomsel, operator plat merah ini mengaku sudah punya 500 ribu pelanggan M2M. Sedangkan
Indosat masih bersabar di angka 10 ribu.
Meski dibanding pelanggan manusia jumlahnya masih sedikit, potensinya
terbilang besar. Dalam beberapa tahun ke depan, diyakini jumlah pelanggan M2M
akan terus meningkat. Hal ini karena mesin-mesin yang bisa disisipi SIM card
jumlahnya semakin banyak dan beragam. Mulai dari pendingin ruangan, kulkas,
televisi, radio, motor, mobil, dan lainnya. Karena itu juga, wajar jika XL berani
memasang target lebih tinggi untuk tahun 2013, yakni menggaet 1 juta pelanggan.
Sedangkan
Telkomsel memaparkan bahwa dari target penambahan 17 juta pelanggan di 2013,
sekitar 5%-7% di antaranya akan datang dari segmen M2M seiring terus
diperkuatnya infrastruktur mobile broadband.
Besarnya potensi layanan M2M tersebut senada dengan hasil studi dari
ABI Research. Seperti tertuang di laman webnya, Lembaga riset tersebut pada 25 Januari yang lalu merilis laporan
bahwa berdasarkan data pengiriman tahun 2012, pendapatan dari modul selular tumbuh
21% dibanding tahun sebelumnya. ABI Research memprediksi peningkatan mencapai
hampir 100 juta unit di tahun 2015.
/* Artikel ini pernah dimuat di situs DailySocial

COMMENTS