Budi Setiawan: Perlunya Menata Ulang Industri Telekomunikasi

CATATAN: Tulisan ini merupakan rangkuman dari hasil wawancara saya - dalam kaitannya sebagai jurnalis Majalah Selular -  dengan  Muh. Bu...

CATATAN:
Tulisan ini merupakan rangkuman dari hasil wawancara saya - dalam kaitannya sebagai jurnalis Majalah Selular -  dengan  Muh. Budi Setiawan, Dirjen Sumberdaya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika pada 3 Februari 2014 di Gedung Sapta pesona, Jakarta.  
 
Pemerintah dalam kaitannya dengan industri telekomunikasi bertugas memperhatikan dua plus satu hal penting. Pertama, pelanggan dan kedua, industri. Keduanya mendapatkan porsi yang sama. Sedangkan yang ketiga adalah Negara, dalam hal mendapatkan manfaat dari maraknya industri telekomunikasi.  Kalau bicara Negara, berarti bicara soal berapa BHP yang diperoleh dari Industri ini. Baik dari frekuensi maupun jasa telekomunikasi. Sedangkan yang menyangkut pelanggan tentunya adalah mulai dari availability, affordability, quality, security dan sebagainya.


Prioritas pertama adalah availability, yang penting tersedia, mahal tidak apa-apa. Setelah itu orang mulai bicara mengenai affordability, seharusnya tariff telekomunikasi lebih terjangkau. Sekarang mulai kita terapkan quality dan juga security dan privacy. Dari sisi industry, soal kelangsungan industry ini yang sangat penting. Mereka ini mengabungkan vendor, content provider dan sebagainya. Jadi, operator ini sekarang berada pada titik perubahan teknologi. Berpindahnya dari satu teknologi ke teknologi lainnya yang lebih maju. Di tengah perubahan teknologi ini, operator dituntut untuk bias mengefisiensikan diri.

Kondisi Industri
Perjalanan industri ini berawal dari monopoli hingga ke kondisi sangat liberal, terbuka, yang akhirnya membuat  operatornya banyak sekali. Sekarang kita mulai lihat titik-titik kelemahan dari begitu luasnya industri ini, yaitu pangsa pasar begitu tersegmen dan terbagi ke 3 besar saja, sedangkan yang lain cuma kebagian sedikit.  Bisa dibilang ini sebagai dampak atau kelemahan dari industri yang tidak berhasil membuat proposional dari sisi keuntungan. Sekitar 90% dikuasai oleh tiga pemain besar. Sisanya yang kecil-kecil termasuk CDMA, WiMax yang di 2,3 GHz yang sekarang sudah mulai di pindah ke TD-LTE.

Di tengah situasi seperti itulah, maka industri ini perlu digairahkan. Nah, pada akhir 2013 kemarin ditandai dengan mulainya ada merger antara XL dan Axis. Ini sebenarnya suatu hal yang ditunggu-tunggu oleh pemerintah dan sudah sering diungkapkan harus ada yang memulai. Untuk bisa memulai tentu harus ada insentif yang sangat mereka nantikan terutama dalam bidang sumber daya frekuensi. Ini bisa merujuk pada regulasi dan aturan yang ada, baik di UU 36 maupun di PP 52, mengenai frekuensi. Dengan konsolidasi yang mengerucut pada beberapa pemain saja, diharapkan akan membuat industri kembali bergairah.

Sesuai tuntutan teknologi yang kian matang, setiap operator idealnya harus berada dalam satu blok yang berdampingan atau berdekatan.  Agar penataan ulang ini bias tercapai, harus ada keinginan bersama semua pihak untuk mendukung upaya pemerintah.

Sisa dua blok di 2,1 GHz hasil dari merger yang ditarik pemerintah, masing-masing satu blog dari Axis dan XL – juga akan dilelang untuk pemain 3G yang ada sekarang. Sementara milik XL dan Axis yang di 1800 MHz tidak diambil. Karena memang yang besar itu di 2100 yaitu ada 5 blok. Jika proses penataan ini disepakati bersama, setelah itu LTE bisa mulai briefing.

Bagaimana jika ada operator baru yang mengajukan? Pertama, perlu dilihat apakah ada resource atau tidak. Kalau tidak, tentu tidak akan diberikan. Karena kalau kita lihat dengan teknologi yang ada sekarang, pemain itu mengerucut ke 3 atau 5 saja. Uniknya di Indonesia, teknologi bisa begitu bervariasi. Kalau di Negara lain dua saja mungkin sudah distop. Di sini, kita ada CDMA, 2G, 3G, 4G.

Kalaupun resource masih ada, pelaku industri yang ada sekarang perlu diajak berdiskusi. Apakah membuka peluang baru atau tidak? Karena kita sudah mencoba di 2,3 yang main itu selain operator eksis juga dimungkinkan UKM. Pengalaman WiMax di 2009 bisa jadi pelajaran. Waktu itu kita sangat bersemangat, karena WiMax itu teknologi baru dan ahli-ahli yang menguasi orang Indonesia cukup banyak. Industri dalam negeri (vendor) juga menopang, baik di sistem maupun perangkat keras (handset).Saat dicoba, ternyata teknologi sudah bergeser dan ada keluhan tidak bisa memenuhi keinginan order dan sebagainya dari para operator. Jadi, bisa dibilang kita masih gagap untuk memenuhi permintaan pasar yang begitu besar.

Di samping itu, ternyata ada juga kejadian lain. Misalnya ada pemenang lelang yang lisensinya dicabut karena tidak bisa bayar. Bahkan sekelas Telkom saja gagal tidak sanggup. Dari lima zona, satu zona dipertahankan dan sisanya dikembalikan. Begitupun dengan First Media dan Berca yang belum jalan.

Kondisi di CDMA juga begitu. Sekarang seakan hidup segan mati tak mau. Tinggal satu yang masih eksis. Bagaimanapun, kita mengakui kalau industry telekomunikasi ini cukup padat modal. Termasuk di GSM, operatornya juga perlu berjuang ekstra agar bisa survive.

Visi pemerintah dalam industri ini harus lebih difilter lagi. Dilihat dari konsolidasinya seperti apa. Dari pemain-pemain yang akan bertahan siapa. Mungkin yang di GSM bisa ada 5. Di CDMA, harus dilihat kalau mereka mau seperti sekarang atau mau menaikkan teknologinya. Smartfren mungkin akan ke sana, Bakrie saya belum dapat infonya. Sedangkan Telkom akan mengajukan ijin selular untuk Flexi.  Sbenarnya sekarang sudah tidak ada lagi ijin CDMA. Jadi kita mendorong mereka untuk pindah ke LTE saja atau ke selular.

Teknologi Netral
Tak hanya itu, pada tahun ini ke depannya akan diperluas penerapan teknologi netral yang sangat urgent. Tujuannya, supaya kita tidak terbelenggu oleh teknologi untuk suatu spectrum atau sumber daya tertentu. Dan ini sudah dimulai di spectrum 2,3 GHz, yang tadinya seakan-akan dikunci oleh suatu teknologi, kemudian berkembang jadi sekarang sudah netral.

Sebenarnya, tujuan Negara memberikan spectrum frekuensi itu untuk memberikan internet murah di seluruh Indonesia. Itulah dulu tujuan dari WiMax. Tujuan itu dipertahankan, tapi teknologi diserahkan kepada pemain atau operator. Jadi mereka dipersilahkan untuk menggunakan teknologi apa saja, yang penting rakyat bisa mendapatka manfaat. Sehingga apa yang diinginkan berupa internet murah dan cepat untuk masyarakat bisa dipenuhi.

Penggunaan Frekuensi Bersama
Berkaitan dengan penggunaan frekuensi oleh anak usaha seperti kasus IM2, secara regulasi akan dipertegas dengan merevisi UU Telekomunikasi. Sayangnya, proses masih jalan agak lambat, belum masuk ke Prolegnas. Jadi masih belum bisa dibahas tahun ini bersama DPR. Padahal di pemerintah sudah hampir selesai dan harmonisasi beberapa kali.

Cuma ketika masuk ke DPR kemarin, ada hal-hal yang belum pas. Begitupun BRTI yang masih belum mendukung sepenuhnya isinya karena masiih banyak yang harus diperbaiki. Akhirnya, Menteri Kominfo mengambil kebijakan untuk menunda pembahasan ke DPR. Jadi Itu mungkin yang akan di bereskan supaya tidak ada lagi multi tasfir.

Karena dalam kasus ini, penegak hukum punya tafsiran sendiri. Sementara di industri dan regulasi punya tafsiran yang selama ini berlaku di antara kita dan masyarakat internasional. Bahwa penyelenggara itu ada dua: penyelenggara jaringan dan penyelenggara jasa. Yang membayar itu adalah penyelenggara jaringan. Jasa itu tidak. Ya udah itu saja, as simple as that. Dan itu berlaku di mana-mana seperti itu. Maka, kemudian ada penggunaan frekuensi bersama. Karena mereka menggunakan frekuensi, maka kata penegak hukum harus membayar juga.

Hal ini harus segera dibereskan. Mengapa penegak hukum jadi berkesimpulan seperti itu, mungkin karena di PP (Peraturan Pemerintah) bukan UU (Undang-Undang). Pada PP memang disebutkan ada penggunaan bersama, tapi dalam konteks tiga hal yaitu geografis, teknologi dan waktu. Ini dimungkinkan penggunaan bersama seperti itu. Satu pagi, satunya siang, satunya sore. Maka itu semuanya bayar. Atau, teknologinya beda itu juga bayar. Karena tidak bakal bentrok. Begitupun dengan geografisnya seperti radio pada frekuensi FM 90 di Jakarta dan Papua bisa sama, tapi karena frekuensi jauh dua-duanya bayar. Di PP itu memang diatur. Di situ disebutkan untuk masing-masing pengguna harus bayar. Nah, ayat ini yang dipakai. Tanpa melihat syarat tiga terpenuhinya.

Di masa depan, teknologi akan semakin efisien. Termasuk kemungkinan adanya MVNO (Mobile Virtual Network Operator) yang selama ini masih belum jelas diperundang-undangan akan dimasukkan. Kemudian, fleksibilitas frekuensi. Dibandingkan Negara lain, UU 36 di sini masihg sangat kaku. Seharusnya frekuensi swap itu diperbolehkan, yang penting Negara tidak rugi. Toh mereka membayar BHP dan pajak yang sama. Ini namanya fleksibilitas. Hal itu sudah dilaksanakan di beberapa Negara, sehingga di sini kita harus mempertegasnya di dalam aturan. Makanya, ke depan kalau menyusun hal-hal seperti ini perlu dengan orang penegak hukum. Untuk memahami bahwa teknologi ini cepat sekali.

***
Inilah yang bisa saya sampaikan terkait industri telekomunikasi. Bisa saya simpulkan, industri ini ke depannya masih sangat mengairahkan dan menjanjikan. Sesuai dengan dinamika masyarakat yang semakin mobile. Untuk itu, industri telekomunikasi harus ditata lebih rapih. Jika tidak, akan terjadi inefisiensi yang merugikan kita semua.




COMMENTS

Nama

#Blue Origin,1,#perfectplacetowork,3,#Review,1,#Roket,1,#Samsung Gear VR,1,#Teknologi,1,#Wearable Devices,1,1000 Buku,2,1000Buku,2,3,2,3D,2,3DS Max,1,3G,3,4G,1,4g Lte,2,500px,2,ABI Research,2,About,1,AC Nielsen,2,Accenture,1,Acer,3,Adita Irawati,1,Adobe,6,Adobe AIR,2,affiliate marketing,2,Agama,2,Agate Studio,2,Ahmad Gaus,1,AirBnB,1,Aksesoris,2,AMOLED,1,Analisis,2,Andrea Hirata,3,Android,80,Android Market,9,Android Photography,2,Antivirus,3,Aplikasi,16,Aplikasi Navigasi,1,Aplikasi Untuk Nelayan,1,App Store,13,Apple,20,Application,1,Apps,2,arsitektur,2,Artificial Intelligence,1,Asus,3,augmented reality,1,Auto White Balance,1,AutoCAD,1,Autodesk,2,Autographer,2,Avast,1,Axis,4,Ayu Utami,1,Bakrie Telecom,2,Bali,6,Bangkok,2,BBM,1,belajar fotografi,2,Bengawan,2,Bentang Pustaka,1,berita fotografi,2,Best Shot,2,Better-B,1,BHI,6,Bilangan Fu,2,Bill Gates,2,Biografi,5,Bisnis,17,BlackBerry,14,BlackBerry 10,1,BlackBerry Jam Asia,2,BlackBerry Z10,1,Blog,2,Blogdetik,2,blogger,11,Blogger Peduli,2,Bloggers for Bangsari,2,Blogospjere,1,Books,2,bridge,2,Browser,2,Bsd City,1,Buku Fotografi,4,Bunderan HI,2,Burst Mode,2,Caleg,2,CameraSim,2,CameraSIM for ipad,2,CameraSIM for iPhone,2,Candid,2,Canon,7,Canon EOS,1,Canon EOS 6D,2,Carl Zeiss,2,CDMA,1,Cgi,1,Chatbots,1,Chatzbro,1,Chrome,2,CIMB Niaga,1,Cipinang,1,City Lens,2,Cityscape,2,Cloud computing,3,Cloudy,1,CMOS,2,Cmos Full Frame,1,CMOS full-frame,1,Coast,1,Coffee,2,Content Marketing,1,coolpix S800c,1,Corel Draw,1,Creative Writing,1,Crowdsourcing,2,Dagdigug,2,Dahlan Iskan,2,Daily Social,2,Dakota,2,Daylight,2,Dell,3,Desain Grafis,4,Developer,4,Developer Economics 2013,2,Dian Sastro,2,digital imaging,2,Digital Life,1,Digital Media,1,Digital Parenting,2,digital payment,2,Dion Alexander Nugraha,1,Dolby Mobile,1,DSLR,8,Dual Camera,1,Dual View,2,DyCode,1,E Money,2,e-commerce,5,e-money,2,Ebconnection,1,Edensor,2,edit foto sendiri,2,Editorial,2,Education,4,Ekonomi,1,Elex Media Komputindo,13,Entrepeneur,1,Ericsson,2,Event,4,evolusi fotografi,2,Excelcomindo Pratama,2,Facebook,27,Facebook Ads,1,Fastlane,2,Featured,105,Features,1,Fennec,1,Film Reviews,1,Filterstorm,2,Firefox,2,Flash,1,Flickr,11,Fluoerescent,1,foto jurnalistik,4,fotodroids,2,Fotofestafet,2,Fotografer,4,Fotografi,10,fotograger robot,2,Friendster,1,Froyo,1,Fujifilm,4,Full HD,1,Gadget,4,Gagasan,1,Galaxy S,1,Galaxy Tab,4,Galeri,13,Game,3,gang family,2,Gesang,2,gesture recognition,2,Gingerbread,1,Gmail,1,Gnu,1,Goenawan Mohamad,2,Google,13,Google Gears,1,Google Maps,1,Google Mini,1,Google Search Appliance,1,Google Talk,1,Gorilla glass,2,Gpl,1,GPS,1,Gramedia,2,Grasindo,1,GSM,3,GSMA,1,Haki,1,handphone terbaru 2012,2,Hardy Heron,1,Hasil Foto,7,HCPT,2,HDR,10,HDR Arts,2,Headlines,2,Heartbleed,2,Here Maps,2,Hermawan Kertajaya,1,Herry Nurdi,1,high dynamic range,2,high speed camera,1,high speed photography,2,Hijup,1,Hitech,1,Honeycomb,1,HT Mobile,2,HTC,26,HTC Android,1,HTC One,6,htc one s,4,HTC Sense,1,Huawei,4,Human Interest,4,Ice House,2,Iconia,1,idblognetwork,2,Igop,1,Igos,2,IM3,4,Indo Pos,2,Indobackpacker,2,Indonesia,2,Indonesia Business Today,2,Indosat,6,Infografis,10,infographic,4,Inisiatif,2,Inovasi,4,instacanvas,2,Instagram,40,Instagram Handbook,1,Instagram URL,2,Instagram Web Profiles,2,Intermezzo,51,Internet,8,Internet Explorer,1,Internet of Things,2,iOS,21,iPad,23,iPhone,27,iPhone 4,2,iPhone 4S,3,iphonesia,2,iPod,1,iPod touch,6,Iron Man,1,Islam,6,istiqlal,2,iStock Photo,2,Jaiku,2,Jaringan,1,Jenghiz Khan,1,Jenny Tomlin,1,Joomla,1,jurnalisme,1,Kabel Charger,1,Kabel Data,1,Kamera,1,Kamera 3D,2,kamera android,2,kamera canggih,2,kamera full frame,2,kamera keren,2,kamera ponsel,1,kamera terbaru 2012,1,Kamera Unik,2,Kampanye,2,Kapan Lagi,2,Kaskus,2,Kepulauan Seribu,2,Kevin Systrom,1,Kominfo,2,kompas,1,Komputer,8,Komunitas,3,Kontes Foto,4,Kontributor,2,kopdar,2,Krakatau,2,Krakatu,2,Kronologger,2,kurban,2,Kyocera,1,Landscape,2,Laptop,2,Laskar Pelangi,4,Laut Nusantara,1,Lebaran,6,Legislatif,2,Lentera Dipantara,1,LG,6,LG Optimus G,1,li wei,2,Lightbox,4,Lingkar Pena,2,Linux,4,LTE,4,Lumia,2,Lumix,2,Luna Maya,1,M2M,2,Mac OS X,1,Machine to Machine,2,Maemo,1,Magic Frame,2,Magnoffee,2,Magnum,2,Majalah Selular,2,Manajemen,1,Marketing,1,Marting Lings,1,Maryamah Karpov,2,MasterCard,3,MasterPass,3,memoto,2,Memoto Lifelogging camera,1,Mentari,2,Mfish,1,Microsoft,11,Mike Krieger,1,Millenial,1,Mito,1,Mobile 8,1,mobile payment,2,mobile photography,4,Mobile-8,1,Mohammad Jeprie,1,Molome,3,Motivasi,1,Movie,6,Mozilla,3,Mozilla Firefox,1,Mozilla Party,1,Mudik,5,Muh Budi Setiawan,2,Muhammad,1,muktamar blogger,6,Myspace,1,Mytubo,2,N86,1,Nao robot,2,Nationalism,4,Netizen,72,New Asha Platform,2,New Media,1,New Wave Marketing,1,News,4,Nexian,1,Nextbit Robin,2,Nexus,4,NFC,2,Nightlife,2,Nikon,5,Nokia,17,Nokia 1,1,nokia 808 pureview,1,Nokia Asha 501,2,Nokia Lumia,3,Nokia Maps,2,Nokia Siemens Network,1,Nokia Siemens Networks,1,Nokia Xpress Browser,2,Nokia Xpress Now,2,Norton,3,Norton 360 Multi Devices,2,Notebook,2,Novel,5,NSN,1,NTS,2,Obama,2,Olympus,7,Omnia,1,Online Shop,1,Onno,2,Open Source,5,Opera,3,Opini,24,Oppo,1,Optimal Image Stabilizer,2,Ovi,1,Panasonic,6,Panorama,4,Parenting,2,Parking,1,Path,1,PB2008,2,Pemilu 2009,2,Pendidikan,1,Pengembangan Diri,1,pesta blogger,4,Photo Editing,2,Photo Essay,3,photo sharing,4,Photo Studio,2,Photo Wizard,1,photoBot,1,Photography,4,Photography From My Eyes,2,photography history,1,Photojojo,1,Photoshop,5,photovine,1,Picasa,2,PicFrame,1,Picplz,5,PicsArt,2,PicSay,2,PicSay Pro,1,Pinstagram,1,Pixlr,1,Pixlromatic,1,Play Store,1,Plaza Indonesia,2,Plurk,2,point of interest,1,Polaroid,3,Politics,3,Politik,2,Ponsel,1,ponsel android terbaru,1,Posman Sitohang,1,Pramoedya,1,Pramoedya Ananta Toer,1,Preview,9,Preview Kamera,2,Prima Infosarana Media,1,Prism,1,Profile,1,Pulau Tidung,2,Qualcomm,3,Realme,1,Rekening Ponsel,2,Rekomendasi,7,Religia,6,Republika,1,Resensi,4,Review,21,Review Gadget,1,Review HTC One S,1,Review Kamera,8,Rhonda Byrne,1,Ridwan Sanjaya,1,RIM,4,robot photographer,1,Roman,3,RPM Konten Multimedia,2,RSS,1,Ruang Analisis,6,Ruang Aplikasi,19,Ruang Berita,15,Ruang Kamera,2,Ruang Panduan,3,Ruang Uji,16,Sabili,1,Sampoerna,1,Samsung,33,Samsung Forum,2,Samsung Galaxy Camera,2,samsung galaxy note,1,Samsung Galaxy S4,1,Samsung Galaxy S6,2,Samsung Galaxy Tab A,1,Sang Pemimpi,1,Searching,1,Security,3,Sejarah,1,sejarah fotografi,1,Sekolah,2,Selebritis,1,Selfie,2,Selular,8,Serambi,1,Services,8,Shade,1,Shutterstock,1,Simpati,2,simulator kamera DSLR,2,SkyDrive,1,Skype,1,Smart Camera,1,Smart Home,1,Smart Tags,1,Smart Telecom,1,Smartphone,24,Smartphone Indonesia,1,Snapdragon,2,Snapseed,1,Social Media,5,Social Networking,1,Society,4,Solo,2,Sony,12,Sony Ericsson,5,Sony Xperia Z,1,startup,9,Startup Lokal,3,Statigram,1,Steve Jobs,2,steve mccurry,2,Streamzoo,2,Stuck On Earth,1,Sunda Kelapa,1,Sunset,4,Super AMOLED,1,Survei Kamera,2,Swype,1,Symantec,4,Symbian,6,Tablet,10,Takudar Khan,1,Technology,2,Techpolitan,1,Teknologi,27,Teknologi dan Telekomunikasi,16,Telecommunication,8,Telekomunikasi,20,Telekomunikasi Indonesia,1,Telkom,1,Telkomsel,14,Telkomunikasi,2,Tere Liye,1,Test Drive,1,Texas Instrument,1,The Secret,1,Three,1,Tiga Serangkai,1,Timescape,1,Tips,14,tips edit foto,1,Tips Fotografi,11,TipsFoto,2,Torch,1,Toshiba,1,TouchWiz,1,toucretouch,1,Transportasi,7,Traveling,11,Trend Fotografi,2,Tungsten,1,Tweetdeck,1,Twitter,10,Uber,2,Ubuntu,1,Ultra Pixel,2,Valentine,2,Vlogs,1,VMware,8,Vox,1,Wahana Komputer,1,Waze,1,Web 2.0,1,Webstagram,1,White Balance,1,Wi-Fi,2,Windows,1,Windows Mobile,2,Windows Phone,6,XL,6,XL Axiata,4,XL SmartBuy,2,Xmor R,1,Xperia,2,yahoo,2,YouTube,2,Yuyung Abdi,1,ZTE,2,
ltr
item
mrbambang: Budi Setiawan: Perlunya Menata Ulang Industri Telekomunikasi
Budi Setiawan: Perlunya Menata Ulang Industri Telekomunikasi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjka9g1_OgFvu0c9nlb2zlCG4tyS6LbNttd7SPBCcyCSWZPOEkcrPyrtkPolORPV52Bb1Wt5tuwEpFq2TUcNw66EBDbm1LnGXE77JemavGoGNvqm8E-Axx9i-gqdVR8Qf8BW5OA-tXU0ZpW/s1600/budi-setiawan.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjka9g1_OgFvu0c9nlb2zlCG4tyS6LbNttd7SPBCcyCSWZPOEkcrPyrtkPolORPV52Bb1Wt5tuwEpFq2TUcNw66EBDbm1LnGXE77JemavGoGNvqm8E-Axx9i-gqdVR8Qf8BW5OA-tXU0ZpW/s72-c/budi-setiawan.jpg
mrbambang
https://mrbambangblog.blogspot.com/2014/04/budi-setiawan-perlunya-menata-ulang.html
https://mrbambangblog.blogspot.com/
https://mrbambangblog.blogspot.com/
https://mrbambangblog.blogspot.com/2014/04/budi-setiawan-perlunya-menata-ulang.html
true
1307657475298993394
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy