BlackBerry. Beberapa tahun silam nama ini begitu perkasa. Namun seiring dengan semakin banyaknya merek smartphone baru bermunculan, pamor Bl...

BlackBerry. Beberapa tahun silam nama ini begitu perkasa. Namun seiring dengan semakin banyaknya merek smartphone baru bermunculan, pamor BlackBerry kian redup. John Chen, CEO BlackBerry yang baru putar otak bagaimana caranya agar perusahaan yang sudah melegenda ini tetap bisa survive.
Ketemulah ide brilian yang mana kebijakannya ini sempat menuai kontroversi, namun ternyata bisa berjalan. BlackBerry memutuskan untuk tidak lagi memproduksi smartphone yang cost-nya cukup besar, sementara penjualannya melempem. Sebagai gantinya, mereka menjual lisensi hardware-nya kepada pihak ketiga.
Di Indonesia, BlackBerry bekerjasama dengan Tiphone untuk membentuk perusahaan patungan PT BB Merah Putih pada September tahun lalu. Perusahaan inilah yang berhak untuk memproduksi dan menjual smartphone dengan merek BlackBerry khusus di pasar Indonesia. Sementara itu di negara lain, BlackBerry menjalin kerjasama dengan TCL.
Enam bulan kemudian, tepatnya hari ini, smartphone perdana besutan BB Merah Putih resmi meluncur lewat debut BlackBerry Aurora. Saya beruntung menghadiri event peluncurannya yang digelar di Hotel Fairmont, Jakarta. (FYI, saya juga telah menulis terkait produk ini di situs saya yang baru: Gizmologi.ID dan Gizmologi.com) :-)
BlackBerry Aurora merupakan perangkat pertama yang didesain dan diproduksi di Indonesia. Sekaligus smartphone BlackBerry pertama yang memakai sistem operasi Android dan menggunakan Dual SIM yang memberikan pilihan operator lebih beragam. Ditambah lagi dengan sistem keamanan tambahan yang memungkinkan kita melindungi data maupun file penting serta melindungi privasi.
Stanley Widjaja, Vice President BB Merah Putih, saat peluncuran di Hotel Fairmont, Jakarta, pada hari ini (9/3), mengatakan BlackBerry Aurora adalah perangkat yang didesain secara spesifik untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan di Indonesia. Menurutnya, konsumen menginginkan sebuah smartphone dengan fitur hiburan lengkap, dalam sebuah perangkat premium, yang juga menghargai produktivitas, kebebasan pribadi dan keamanan.
[embed]https://twitter.com/mrbambang/status/839691505572823040[/embed]
Secara teknis, BlackBerry Aurora memiliki spesifikasi berupa layar sentuh berukuran 5.5” HD 720p. Tidak ada keyboard fisik yang menjadi ciri khas dan nilai jual BlackBerry. Sebagai gantinya, terdapat virtual keyboard yang diklaim hampir menyamai kehandalan keyboard fisik BlackBerry.
Pada bagian inti, smartphone ini dilengkapi chipset Qualcomm Snapdragon 425 dengan prosesor berkecepatan 1.4GHz dan memori 4GB RAM, memberikan kinerja yang cukup handal untuk memenuhi kebutuhan akan sebuah smartphone.
Saya bilang cukup, bukan sangat, karena Snapdragon 425 bukanlah prosesor high-end melainkan affordable untuk perangkat menengah ke bawah. Jadi ya, jangan berharap terlalu banyak. Untuk penggunaan standar seperti social media, nonton video streaming, browsing, chatting, game-game ringan, masih oke lah.
Smartphone Dual SIM telah mendukung jaringan 4G LTE ini juga diperkuat dengan baterai 3,000 mAh Li-ion, yang diklaim sanggup bertahan untuk penggunaan normal selama 30 jam. Bagaimanapun, ini perlu pembuktian. Hehehhe.
Kemudian beralih ke sektor kamera, ponsel ini dibekali dengan kamera utama 13 MP memakai Sensor CMOS dan dualtone led flash. Sedangkan di bagian depan alias kamera selfie, memiliki resolusi 8 MP yang juga telah disertai LED Flash.
Fitur-fitur kameranya cukup kompetitif. Seperti Auto Exposure, Special Effect, Electronic Aperture, Depth of Field, Timelapse, Clone object, Pro Mode, dan Macro.
[embed]https://twitter.com/mrbambang/status/839700669799911424[/embed]
Dari sisi software, BlackBerry tidak lagi mengembangkan BB OS 10 yang dulu cukup terkenal itu. Kemudian menyerah pada sistem operasi buatan Google. Untungnya, sudah memakai versi terbaru yaitu Android 7.0 Nougat. Dan yang membedakan dengan perangkat Android lainnya adalah fitur keamanan yang ditingkatkan.
BlackBerry memperkuat sistem operasi dengan menciptakan Root of Trust (RoT) pada hardware dan menambahkan kunci keamanan pada prosesor. Kemudian ada aplikasi pre-loaded DTEK by BlackBerry yang menawarkan pantauan keamanan dan perlindungan secara terus-menerus.
Intinya sih, jika membutuhkan smartphone Android yang ekstra aman, BlackBerry Aurora ini bisa jadi pilihan. Walaupun cukup disayangkan, teknologi fingerprint scanner absen di sini. Jika ada, tentu bakal lebih keren lagi.
Bagi Anda yang ingin “CLBK”, BlackBerry Aurora dibanderol Rp. 3,499,000 melalui pre-order di sejumlah situs belanja terkemuka yang ada di Indonesia mulai 3 Maret 2017 sampai dengan 12 Maret 2017. Selama masa pre-order, katanya banyak hadiah langsung yang menarik. BB Merah Putih juga akan membikin program trade-in dengan berbagai jenis smartphone.
Nah, apakah dengan hadirnya Aurora ini, BlackBerry bisa kembali bangkit? Segala kemungkinan bisa terjadi. Sisi negatifnya, beberapa teman langsung membandingkan spesifikasinya dengan smartphone lain. Yang mana dengan harga 3,5 juta untuk prosesor Snapdragon 425, dianggap ketinggian.
Sebagian besar netizen juga menyambut baik kehadiran smartphone ini, walaupun menyayangkan kok tidak pakai keyboard. Padahal ini alasan utama sebagian besar konsumen membeli BlackBerry.
Di sisi lain, potensinya masih besar karena merek BlackBerry masih kuat di Indonesia, terutama di daerah pinggiran. Jika pemasarannya gencar dan jitu, sangat mungkin BlackBerry kembali naik pamor bersaing dengan brand yang sudah kuat saat ini yaitu Samsung dan Oppo. Apalagi jika nanti smartphone dengan keyboard fisik dirilis, bakal lebih menarik lagi.

COMMENTS