Screenshot pengiklan Facebook yang memiliki kontak saya Beberapa teman di Facebook berbagi daftar pengiklan yang memiliki info kontak dengan...

Beberapa teman di Facebook berbagi daftar pengiklan yang memiliki info kontak dengan pengguna. Saya pun jadi penasaran untuk mengetahui siapa saja pengiklan di Facebook yang memiliki kontak saya.
Cara mengetahui daftar pengiklan yang memiliki kontak kita bisa melalui dua pendekatan. Pertama, dengan masuk ke menu pengaturan saat mengakses Facebook di komputer desktop atau langsung saja ke URL https://www.facebook.com/settings. Kemudian mengklik tautan “Unduh salinan data Facebook Anda”. Kita disuruh memasukkan password untuk melakukan aksi ini.
Selanjutnya, Facebook akan mengirim tautan data aktivitas kita selama menggunakan layanan media sosial tersebut dari sejak pertama kali mendaftar hingga sekarang. Karena itulah, ukuran filenya pun cukup besar. Saya saja sampai 138MB. Enaknya adalah, kita bisa mengecek secara rinci aktivitas kita, termasuk data pengiklan.
Cara kedua, ini yang lebih simpel yaitu saat di halaman Settings atau Pengaturan tadi, mengklik menu Iklan / Ads di kolom sidebar sebelah kiri. Nah, di sini kita bisa mengatur iklan jenis apa saja yang boleh ditayangkan di laman Facebook kita. Termasuk bisa mengetahui siapa saja pengiklan yang memiliki daftar kontak kita.
Untuk saya, hasilnya seperti di gambar di atas. Random banget dan sebagian besar gak kenal. Pengiklan didominasi perusahaan asing yang tidak jelas rimbanya, dan beberapa merek familiar seperti Spotify, Airbnb, Uber, dan Volvo. Sedangkan untuk yang lokal hanya Go Jek saja. Enggak ngerti mengapa mereka menyimpan kontak saya dan dijadikan target untuk iklan mereka, padahal jarang melihat juga di laman Facebook.
Nah, terkait kontak iklan ini, Facebook menjelaskan di halaman ini. Saya copy paste di sini ya:
Bagaimana sistem kami memutuskan iklan apa yang akan ditampilkan
informasi dibagikan bersama bisnis
Kami menggunakan informasi dari beberapa sumber yang berbeda, termasuk yang dijelaskan di bawah, untuk mengetahui iklan mana yang mungkin bernilai bagi Anda.
Ketika Anda membagikan informasi seperti nomor ponsel atau alamat email dengan bisnis, mereka mungkin menambahkannya ke sebuah daftar pelanggan yang dapat dicocokkan dengan profil Facebook Anda. Sumber jenis informasi ini mencakup:
- Program loyalitas (misalnya, “kartu klub” supermarket)
- Informasi yang dikumpulkan oleh penyedia data
- Pembelian di toko ritel
Daftar pelanggan yang dimaksud mencakup nomor telepon, alamat email, atau informasi lainnya.
Selain itu, salah satu cara teratas agar Facebook mengetahui iklan apa yang mungkin ingin dilihat oleh pengguna adalah melalui aktivitas di keluarga aplikasi dan layanan, mencakup beberapa hal seperti: halaman (fanpage) yang disukai oleh pengguna dan temannya, informasi dari profil Facebook dan Instagram, dan tempat Anda singgah menggunakan Facebook.
Pengiklan juga menggunakan teknologi Piksel Facebook untuk membantunya menampilkan iklan kepada orang yang sudah mengunjungi situs web atau menggunakan aplikasi seluler miliknya.
Tak hanya itu saja lho, Facebook juga menggunakan data lokasi untuk pengiklan yang ingin menjangkau orang yang berada pada atau di sekitar tempat spesifik. Sumbernya adalah: tempat kita terhubung ke internet (melalui alamat IP di komputer, tablet, dan ponsel); tempat menggunakan ponsel Anda (melalui GPS dan Layanan Lokasi); dan lokasi dari profil Facebook dan Instagram kita.
Bagi yang sudah pernah melakukan paid promote di Facebook, tentu sudah mahfum dengan beberapa hal tersebut. Karena memang Facebook menyediakan menu tersebut untuk menargetkan audiens. Walaupun saya baru tahu kalau ternyata pengiklan bisa sampai mendapatkan data profil pengguna secara detail seperti infomasi kontak.
Berarti saya masih kurang mengeksplorasi secara dalam fitur iklan Facebook. Sebaliknya, sebagai pengguna, saya jadi lebih perhatian lagi dalam mengakses layanan media sosial. Terlebih sekarang lagi ramai-ramainya isu pencurian data Facebook oleh Cambridge Analytica.
Jadi, sekarang waktunya untuk bersih-bersih menghapus daftar pengiklan yang ingin mendapatkan kontak saya. Juga menghapus beberapa aplikasi pihak ketiga yang terhubung ke Facebook di mana tanpa kita sadari, ternyata jumlahnya banyak banget. Di sinilah celah lain untuk mendapatkan data pengguna dengan cara yang tidak legal.
Intinya, ya kita harus lebih hati-hati saja dalam beraktivitas di media sosial, karena ((jejak digital)) tersimpan dengan rapi dan bisa saja suatu saat diakses oleh orang lain dengan motif tertentu. Walaupun ya kebanyakan seperti meme di bawah ini sih :D

COMMENTS